Timeline

Terkadang saya seakan-akan tidak mengerti persepsi tentang waktu. Mungkin saya sering menulis ‘Wow, sudah hari Kamis?”

Serasa baru kemarin, terjatuh dari sepeda kayuh.
Serasa baru kemarin, duduk di bangku kelas 1 SD.
Serasa baru kemarin, bermain petasan saaat Bulan Puasa.
Serasa baru kemarin, tertawa bermain GTA San Andreas.
Serasa baru kemarin, mengantarkan Ibu untuk kali terakhirnya.

2020. Sebuah tahun yang saya sadari, semakin jauh dengan 1990.

Di setiap kesempatan, saya suka bercerita dengan masa kecil.
Sering tenggelam di setiap kata jahitan cerita.
Terkadang ada serabut doa di setiap jahitan.
“Bisakah saya kembali di waktu itu?”

Mungkin perlu melihat jam dinding kembali.
Mungkin perlu melihat kalender sesekali.
Mungkin perlu melihat sebuah kaca sekali lagi.
Seakan sebuah lini masa ini hanya sebuah 29 detik mimpi.

Photo by Hannah Busing on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s