A Suicide Attempt

Beberapa waktu yang lalu saya mengalami hal konyol. Keracunan insektisida. Hahahaha!

Dua minggu yang lalu, pada hari Minggu pagi saya mendapatkan pesan untuk menjemput teman kerja di sekitar lokasi Car Free Day kota Malang. Jalan Surabaya. Dan kemudian saya memilih untuk sekalian berangkat ke tempat kerja. Dan saat itulah awal saya melakukan “percobaan bunuh diri” yang secara tidak langsung dan tidak saya sadari.

Membuka ruko pada hari Minggu pagi adalah hal yang menyenangkan. Karena orang-orang yang biasa ada di ruko cenderung datang siang, dan sebagian ada yang libur. Jadi itu adalah kesempatan saya untuk bereksperimen atau melakukan sesuatu dengan leluasa tanpa mengganggu makhluk lain. Hehe.

Setelah menaruh tas ransel di kursi, saya mendongakkan kepala dan melihat ada sarang laba-laba di sekitar bracket TV yang sudah tak terpakai hingga sekitar pojok dan tepi ruangan. Saya pun berinisiatif untuk melakukan pembasmian polusi visual tersebut.

Lantas saya mengambil tangga portabel (sebut saja begitu), dan tidak lupa playlist “Your Daily Mix” dari Spotify mengiringi kegiatan nyaris fatal.

Dengan semangatnya saya menusuk-nusukkan sapu ke arah sarang laba-laba. Karena saya merasa kurang bisa optimal, kemoceng saya tebas-tebaskan ke dinding-dinding ber-“gula kapas” itu.

Saat itulah saya melihat banyak korban berjatuhan, laba-laba. Beberapa ada yang berhasil kabur dari tusukan sapu dan tebasan kemoceng. Sebagian kecil tewas di tempat.

Saat proses bersih-bersih, beberapa kali saya harus memindahkan tangga. Turun, memindahkan tangga, naik lagi. Berkali-kali.

Saat turun itulah saya melihat beberapa laba-laba membuat sarang baru di area meja, rak, etalase dan sekitarnya. Baru 5 menit digusur, mereka sudah setengah jadi membuat perumahan! The Badang Residence.

Saya pun berpikir “Hmmm…. Percuma kalau saya gusur tetapi mereka masih bebas beranak-pinak membangun rumah tangga.”

Tanpa pikir panjang, saya mengambil Baygon dengan Wangi Flower Garden dengan isi bersih 600ml ditambah gratis 20% menjadi 720ml berembel-embel Formula Baru! (Paragraf ini tidak disponsori oleh Johnson a Family Company).

Kaleng pembasmi serangga sudah ada ditangan. Saatnya menyemprotkan dengan elegan ala iklan. Saya semprotkan tanpa henti. Bukan sedikit-sedikit seperti “Srot. Srot. Srot!” Tetapi “Sroooooooooooot!”, menyemprot serangga-serangga itu dengan senyuman “Wangi kan?”. Heahahaha.

Saya menyemrotnya tanpa memakai gas mask atau segera pergi dari tempat pembasian itu. Saya hanya memalingkan kepala. Dan terus melanjutkan bersih-bersih hingga tuntas.

Sorenya, saya merasa ada yang aneh dengan badan saya. Udara terasa dingin dan leher saya menghangat. Saya pikir mungkin karena kelelahan atau memang cuacanya yang bikin tidak enak ke badan.

Sepulang kerja, saya membeli minuman suplemen tersohor, sebut saja nama samarannya USIWANTAUSAN rasa apel.

Sebelum tidur, saya merasa pening dan badan menghangat. Yang saya pikirkan hanya ingin tidur, segera tidur. Dan akhirnya saya tertidur.

Senin pagi, tenggorokan saya terasa sempit dan gatal. Dan sekali lagi saya hanya berpikir itu adalah hasil dari kelelahan dan kemudian menjadi radang tenggorokan (Anggap saja berkorelasi).

Berangkat kerja, saya hinggap ke Apotek. Membeli FG Troches dan Strepsils. Hari itu berjalan seperti biasa. Hingga sore hari.

Sorenya setelah To Do List pekerjaan telah selesai. Saya duduk-duduk memilih video pada kolom Subscriptions YouTube. Dan ada salah satu video dari Domics yang mengingatkan saya dengan insiden dia merasa sakit di pagi hari karena sebelum tidur dia menyemprotkan insektisida di sebelah tempat tidurnya dengan membabi buta.

“Ting!”

Kepala saya baru tersadar, kalau saya ternyata… keracunan.

“Congratulations you played yourself” Meme DJ Khaled itu langsung berputar dengan lebarnya didepan mata.

Saya akhirnya memilih untuk pulang lebih awal. Dan segera berburu Air Kelapa Muda. Dan waktu itu entah kenapa, beberapa target tempat penjual Air Kelapa Muda di sekitar perjalanan pulang juga ikut-ikutan tutup lebih awal. Oh shoot!

Tidak kehabisan akal. Saya memilih mendatangi Alfamidi. Dua kaleng kertas (entah apa nama jenis kemasan itu) HydroCoco saya bawa ke kasir. Dan lekas saya habiskan ketika sudah sampai di markas besar saya.

Jadi, pelaku yang meracuni saya kemarin adalah saya. Dan korbannya saya sendiri.

Sejak saat itu, ketika saya menyemprotkan insektisida, saya memilih untuk segera menghindari tempat penyemprotan. Stupidity level it’s over 9000!

Photograph: Fred Mouniguet

Advertisements

2 thoughts on “A Suicide Attempt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s